Nama : Muhammad Akli
Kelas : XI IPA 2
Kelas : XI IPA 2
Zat-zat makanan yang diperlukan manusia dapat
dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu makanan makro (makronutrien) dan
makanan mikro (mikronutrien). Makanan makro meliputi karbohidrat, lemak, dan
protein, sedangkan makanan mikro meliputi vitamin dan mineral.
A. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi manusia.
1) Macam-macam Karbohidrat
Molekul karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) dengan rumus CH2O. Berdasarkan susunan molekulnya, karbohidrat dibedakan atas monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
2) Fungsi Karbohidrat
Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi. Adapun fungsi karbohidrat lainnya adalah memberi rasa manis pada makanan, menghemat penggunaan protein, mengatur metabolisme lema, dan membantu pengeluaran feses.
3) Sumber Karbohidrat
Karbohidrat kebanykan tersimpan di dalam berbagai bahan makanan pokok manusia, misalnya, padi, jagung, gandum, ubi, singkong, dan sagu. Selain tersimpan di dalam bahan makanan pokok, karbohidrat juga ditemukan dalam bentuk makanan olahan, seperti mie, selai, sirup, roti, dan tepung-tepungan.
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi manusia.
1) Macam-macam Karbohidrat
Molekul karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) dengan rumus CH2O. Berdasarkan susunan molekulnya, karbohidrat dibedakan atas monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
2) Fungsi Karbohidrat
Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi. Adapun fungsi karbohidrat lainnya adalah memberi rasa manis pada makanan, menghemat penggunaan protein, mengatur metabolisme lema, dan membantu pengeluaran feses.
3) Sumber Karbohidrat
Karbohidrat kebanykan tersimpan di dalam berbagai bahan makanan pokok manusia, misalnya, padi, jagung, gandum, ubi, singkong, dan sagu. Selain tersimpan di dalam bahan makanan pokok, karbohidrat juga ditemukan dalam bentuk makanan olahan, seperti mie, selai, sirup, roti, dan tepung-tepungan.
B. Protein
Protein merupakan bagian terbesar tubuh setelah air. Diperkirakan, seperlima bagian tubuh adalah berupa protein. Protein dapat ditemukan di dalam otot, tulang, kulit, darah, enzim, hormon, dan matriks intraselular.
1) Fungsi Protein
Fungsi utama protein untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Fungsi protein lainnya untuk mengatur keseimbangan air, memelihara netralitas tubuh, membentuk antibodi, mengangkut zat-zat gizi (misalnya lipoprotein dan transferin), biokatalisator, dan sumber energi.
2) Sumber Protein
Protein dapat berasal dari hewan dan tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Sumber protein hewani antara lain telur, susu, daging, ikan, dan kerang. Sumber protein nabati antara lain kacang-kacangan, terutama kacang kedelai, jagung dan sayuran.
Protein merupakan bagian terbesar tubuh setelah air. Diperkirakan, seperlima bagian tubuh adalah berupa protein. Protein dapat ditemukan di dalam otot, tulang, kulit, darah, enzim, hormon, dan matriks intraselular.
1) Fungsi Protein
Fungsi utama protein untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Fungsi protein lainnya untuk mengatur keseimbangan air, memelihara netralitas tubuh, membentuk antibodi, mengangkut zat-zat gizi (misalnya lipoprotein dan transferin), biokatalisator, dan sumber energi.
2) Sumber Protein
Protein dapat berasal dari hewan dan tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Sumber protein hewani antara lain telur, susu, daging, ikan, dan kerang. Sumber protein nabati antara lain kacang-kacangan, terutama kacang kedelai, jagung dan sayuran.
C. Lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang tidak dapat larut di dalam air. Lemak hanya dapat larut dalam pelarut dalam pelarut organik, seperti etanol, eter, kloroform, dan benzena. Berdasarkan susunan kimiawi, lemak dapat dikelompokkan atas lemak sederhana, lemak majemuk, dan lemak turunan.
Lemak sederhana meliputi lemak daging hewan dan minyak. Lemak majemuk merupakan gabungan antara lemak dan senyawa bukan lemak (misalnya fosfat dan protein). Sedangkan lemak turunan atau derivat lemak merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lemak.
1) Fungsi Lemak
Lemak merupakan penghasil energi paling besar bagi tubuh. Pembakaran 1 gram lemak mampu menghasilkan 2,5 kali lebih besar daripada pembakaran 1 gram karbohidrat atau 1 gram protein. Lemak berfungsi untuk memelihara suhu tubuh, melindungi tubuh, memberi rasa kenyang dan kelezatan, mengangkut vitamin larut lemak, sebagai sumber asam lemak esensial, dan sebagai bahan penyusun membran sel.
2) Sumber Lemak
Lemak dapat berasal dari tumbuhan (lemak nabati) dan hewan (lemak hewani). Lemak nabati meliputi minyak kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai, jagung, dan buah avokad. Lemak hewani, antara lain daging, susu, mentega, krim, keju, dan kuning telur.
Lemak merupakan senyawa organik yang tidak dapat larut di dalam air. Lemak hanya dapat larut dalam pelarut dalam pelarut organik, seperti etanol, eter, kloroform, dan benzena. Berdasarkan susunan kimiawi, lemak dapat dikelompokkan atas lemak sederhana, lemak majemuk, dan lemak turunan.
Lemak sederhana meliputi lemak daging hewan dan minyak. Lemak majemuk merupakan gabungan antara lemak dan senyawa bukan lemak (misalnya fosfat dan protein). Sedangkan lemak turunan atau derivat lemak merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lemak.
1) Fungsi Lemak
Lemak merupakan penghasil energi paling besar bagi tubuh. Pembakaran 1 gram lemak mampu menghasilkan 2,5 kali lebih besar daripada pembakaran 1 gram karbohidrat atau 1 gram protein. Lemak berfungsi untuk memelihara suhu tubuh, melindungi tubuh, memberi rasa kenyang dan kelezatan, mengangkut vitamin larut lemak, sebagai sumber asam lemak esensial, dan sebagai bahan penyusun membran sel.
2) Sumber Lemak
Lemak dapat berasal dari tumbuhan (lemak nabati) dan hewan (lemak hewani). Lemak nabati meliputi minyak kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai, jagung, dan buah avokad. Lemak hewani, antara lain daging, susu, mentega, krim, keju, dan kuning telur.
D. Vitamin
Vitamin merupakan senyawa organik kompleks esensial yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Berdasarkan sifat kelarutannya, vitamin dapat dibedakan atas dua kelompok, yaitu vitamin larut dalam lemak dan vitamin larut dalam air. Vitamin terdiri atas vitamin A, B, C, D, E, dan K.
1. Vitamin A, yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A, antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning, seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya).
2. Vitamin B secara umum, golongan vitamin B (B1, B2,B6 dan B12) berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.
3. Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian.
4. Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, antara lain ikan, telur, susu, serta produk olahannya, seperti keju. Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh vitamin ini adalah tulang. Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang. Bila kadar vitamin D rendah maka tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X. Di samping itu, gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan.
5. Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa antioksidan alami. Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan.
6. Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan.
Vitamin merupakan senyawa organik kompleks esensial yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Berdasarkan sifat kelarutannya, vitamin dapat dibedakan atas dua kelompok, yaitu vitamin larut dalam lemak dan vitamin larut dalam air. Vitamin terdiri atas vitamin A, B, C, D, E, dan K.
1. Vitamin A, yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A, antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning, seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya).
2. Vitamin B secara umum, golongan vitamin B (B1, B2,B6 dan B12) berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.
3. Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian.
4. Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, antara lain ikan, telur, susu, serta produk olahannya, seperti keju. Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh vitamin ini adalah tulang. Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang. Bila kadar vitamin D rendah maka tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X. Di samping itu, gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan.
5. Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa antioksidan alami. Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan.
6. Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan.
E. Mineral
Mineral merupakan senyawa anorganik yang diperlukan dalam pemeliharaan fungsi tubuh. Mineral dapat dibedakan atas mineral mikro dan mineral makro. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg perhari. Sedangkan mineral mikro adalah mineral yang dibutuhkan kurang dari 100 mg. Tubuh megandung lebih dari 5 gram untuk setiap mineral makro dan kurang dari 5 gram untuk setiap mineral mikro. Hingga saat ini diperkirakan terdapat sebanyak 24 mineral yang dianggap esensial.
Mineral merupakan senyawa anorganik yang diperlukan dalam pemeliharaan fungsi tubuh. Mineral dapat dibedakan atas mineral mikro dan mineral makro. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg perhari. Sedangkan mineral mikro adalah mineral yang dibutuhkan kurang dari 100 mg. Tubuh megandung lebih dari 5 gram untuk setiap mineral makro dan kurang dari 5 gram untuk setiap mineral mikro. Hingga saat ini diperkirakan terdapat sebanyak 24 mineral yang dianggap esensial.
F. Air
Air atau cairan tubuh merupakan bagian utama tubuh. Pada umunya, kendungan air dalam tubuh orang dewasa berkisar antara 50 hingga 70% berat badan. Sementara itu kandungan air pada bayi baru lahir adalah 75% berat badan.
Air atau cairan tubuh merupakan bagian utama tubuh. Pada umunya, kendungan air dalam tubuh orang dewasa berkisar antara 50 hingga 70% berat badan. Sementara itu kandungan air pada bayi baru lahir adalah 75% berat badan.
G. Zat Aditif
Zat aditif merupakan zat tambahan yang diberikan pada sejumlah makanan dan minuman. Zat aditif dapat berupa bahan pewarna, penyedap, pemanis, dan pengawet. Zat aditif dapat dikelompokkan atas zat aditif alami dan zat aditif buatan.
Zat aditif merupakan zat tambahan yang diberikan pada sejumlah makanan dan minuman. Zat aditif dapat berupa bahan pewarna, penyedap, pemanis, dan pengawet. Zat aditif dapat dikelompokkan atas zat aditif alami dan zat aditif buatan.

0 komentar:
Posting Komentar